TRIOMINO PERKALIAN

ALAT PERAGA

TRIMIKAL (TRIOMINO PERKALIAN)

Pada awalnya Triomino merupakan suatu permainan berbentuk segitiga samasisi, dengan kombinasi angka pada ketiga sudutnya, dan tujuan permainan adalah mendapatkan poin triomino sebanyak-banyaknya.

e10

Akan tetapi pada kali ini yang saya akan membuat alat peraga  yang bernama TRIMIKAL (TRIOMINO PERKALIAN) yaitu suatu konsep yang diambil dari permainan TRIOMINO dengan kombinasi soal perkalian tingkat SD.

e11

TUJUAN PEMBUATAN ALAT:

Tujuan pembuatan alat peraga ini adalah diharapkan para siswa dapat menghitung perkalian dengan cepat tanpa merasakan kejenuhan.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKA

1. TRIPLEK

2. 3 CAT

3. KUAS

4. CUTTER

5. METERAN

6. LEM AIBON

7. HAK ANGIN

8. 3 PEREKAT

9. spidol

10. 1 PASANG ENGSEL

CARA PEMBUATAN :

  1. Potong triplek  membentuk segitiga sama sisi ukuran besar, 60 cm tiap sisinya.
  2. Amplas triplek tersebut hingga halus
  3. Potong triplek membentuk segitiga sama sisi ukuran kecil, 14 cm tiap sisinya. Dibuat sebanyak 16 buah segitiga ukuran kecil, 14 cm
  4. Amplas triplek hingga halus
  5. Pada segitiga besar pinggiran segitiga gunakan kayu ukuran 60 cm tiap sisinya sebagai penyokong supaya alat tersebut dapat berdiri.
  6. Kemudian cat segitiga besar dan segitiga kecilnya, tunggu hingga kering
  7. Pada segitiga besar berikan perekat, tetapi sebelumnya bagian atas perekat berikan lem aibon terlebih dahulu agar dapat menempel pada kayu tersebut.
  8. Untuk segitiga yang kecil jika cat sudah kering dengan 3 warna yang berbeda kita tulis soal-soal ataupun jawaban yang sudah kita pikirkan dan kita buat.
  9. Setelah selesai susun kembali 16 buah segitiga kecil kedalam segitiga besar agar membentuk suatu segitiga besar. Tahap terahir adalah membuat tempat penyimpanan segitiga kecil dengan menggunakan papan dan kayu lalu dicat dengan warna merah setelah kering barulahpasang engsel dan mur serta pengganjal (supaya alat tersebut dapat didirikan)
  10. Selesai lah pembuatan TRIMIKAL (TRIOMINO PERKALIAN) alat tersebut siap untuk kita mainkan.

 

CARA MEMAINKAN :

  1. Permainan ini dapat dilakukan oleh 2 orang, dan 4 orang karena kartu/segitiga yang kecil berjumlah 16 buah. Misalkan yang bermain 2 orang kita bagikan 2 orang dengan kartu/ segitiga kecil tersebut secara acak. Dan 1 orang lagi untuk memimpin permainan / mengecek kunci jawaban.
  2. Sebelum bagikan kartu/segitiga kecil kita tentukan dahulu siapa yang jalan terlebih dahulu dengan cara suit dll.
  3. Kepada yang jalan terdahulu kita bagikan 8 buah segitiga kecil dan yang kalah 7 buah segitiga kecil. Tentukan waktu permainan paling lama 5 menit !
  4. Kita berikan acuan terlebih dahulu yaitu bagian atas sekali dari segitiga besar yang besar agarsoal dan  jawaban dari susunan dari 16 buah segitiga kecil tersebut agar sesuai.
  5. Setelah itu barulah orang pertama yang menang jalan terlebih dahulu dengan cara menyocokan jawaban dan soal dimulai dari titik acuan yang sudah ditentukan.
  6. Apabila jawaban /soal tidak ada dalam salah satu peserta digantikan kepada peserta yang mempunyai jawaban dan soal tersebut.
  7. Setelah permainan selesai hingga membentuk segitiga besar penentuan yang menang dan yang kalah adalah peserta yang habis terlebih dahulu kartu segitiga  kecilnya  sebelum waktu yang ditentukan. Sedangkan yang belum habis atau belakangan menyusun kartu segitiga kecil tersebut dianggap kalah sebelum waktu yang ditentukan.

 

KELEBIHAN ALAT INI :

Dari segi bahan yang digunakan dengan menggunakan triplek yang lebih tahan lama dibandingkan TRIOMINO sebenarnya dengan menggunakan kertas atau bahan lunak lainnya serta permainan ini pula bisa dilakukan dengan cara TRIOMINO didirikan ataupun dengan cara datar.

alat peraga Triplek Perkalian

ALAT PERAGA

Teriplek Perkalihan

‘WORKSHOP’

TRIPLEK PERKALIAN

Bahan – bahan :

  1. Triplek ukuran pintu.
  2. Kayu ukuran 1 x 3.
  3. Cat warna atau pilok warna (sesuai selera).
  4. Gergaji kecil.
  5. Paku.
  6. Martil.
  7. Kanvas cat dan kanvas lukis.
  8. Tiner
  9. Penggaris angka.
  10. Spidol.
  11. Pisau.

e6

Cara Menggunakan :

Contoh I

Misalkan 7 x 4678539 = 32749773, seperti pada gambar angka 4, 6, 7, 8, 5, 3, dan 9 disusun secara rapih seperti gambar di bawah dikalihkan dengan angka 7 yang di teriplek. Maka terlihatlah angka – angka seperti di samping gambar triplek perkalian.

e7

Untuk mengetahui hasil setiap angka yang berada di garis diagonalnya masing – masing ditambahkan, garis diagonal pertama hanya ada angka 3, selanjutnya 6 + 1 = 7, 2 + 5 = 7, 3 + 6 = 9, 5 + 9 = 4 angka 1 ditambahkan ke diagonal berikutnya, 4 + 2 + 1 = 7, 4 + 8 = 2 angka 1 ditambahkan ke angka selanjutnya, 2 + 1 = 3. Dari hasil-hasil tersebut disusunlah dari yang paling kanan ke kiri didapat hasil 32749773.

Contoh II

Sekarang perkalian lebih dari satu angka. Dimisalkan 46785399 x 96431 = 4511562810969, konsepnya sama seperti contoh I dikalihkan satu-persatu dengan triplek angka 1 x 46785399 = 46785399, angka 3 x 46785399 = 140356197, angka 4 x 46785399 = 187141596, angka 6 x 46785399 = 280712394, angka 9 x 46785399 = 421068591. Seperti gambar dibawah ini.

e8

Didapatlah masing masing hasilnya :

e9

Catatan :

Jika angka dobel seperti angka 46785399 ada dua angka 9 yang sama, karena keterbatasan batang triplek yang hanya ada 1 masing-masing angkanya maka untuk mengoperasikannya tetap satu persatu dan hasilnya ditulis agar mempermudah perhitungan.

 

 

Abacus Romawi

Alat Peraga

ABACUS ROMAWI

Dalam bahasa Inggris, sempoa dikenal dengan nama abacus. Penggunaan kata abacus sudah dimulai sejak tahun 1387, meminjam kata dalam bahasa Latin abakos yang berasal dari kata abax yang dalam bahasa Yunani berarti “tabel perhitungan.” Dalam bahasa Yunani, kata abax juga berarti tabel untuk menggambar bentuk-bentuk geometris di atas debu atau pasir. Ahli linguistik berspekulasi bahwa kata abax berasal dari kata ābāq yang dalam bahasa Ibrani yang berarti “debu.” Pendapat lain mengatakan abacus berasal dari kata abak yang dalam keluarga bahasa Fenisia berarti “pasir.”

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  1. Triplek
  2. Paku
  3. Kain flannel (merah, kuning, hijau, biru)
  4. Plastic transparan
  5. Bungkus kado

Cara pembuatan :

  1. Potong triplek (1 berbentuk kotak untuk belakang, untuk bawah samping kanan, samping kiri, dan 3 sekat untuk membentuk 4 ruang.
  2. Buat bentuk “love” untuk biji-biji yang di gunakan untuk menghitung.
  3. Buat bentuk huruf-huruf untuk judul.
  4. Gunakan lem sebagai perekat

 

Cara penggunaaan :

Alat peraga ini di ciptakan untuk memudahkan atau membuat pelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan.

  1. Misal ada sebuah soal      23+24 = …

2 = puluhan           2 = puluhan

3 = satuan              4 = satuan

Pertama masukan dua buah bantal “love” kedalam kotak yang bertuliskan puluhan, tiga buah bantal “love” kedalam kotak yang bertuliskan satuan. Setelah itu masukan kembali dua buah ke puluhan dan empat buah ke satuan. Setelah itu hitung berapa jumlahnya.

Ingat peraturan

10 satuan = 1 puluhan

10 puluhan = 1 ratusan

10 ratusan = 1 ribuan.

Contoh :

23 + 28 =….

Seperti langkah awal, masukkan dua ke dalam puluhan dan tiga ke satuan. Lalu masukkan dua ke dalam puluhan dan delapan ke satuan. Hitunng jumlahnya.

Karna delapan ditambah tiga sama dengan sebelas, maka keliarkan 10 bantal, lalu tukar dengan satu bantal bernilai puluhan sehingga hasil yang di dapat menjadi 51.

Area of Rectangle

RECTANGLE

A rectangle is a four-sided flat shape where every angle is a right angle (90° (ninety degrees)).

e4

Area of a Rectangle

In coordinate geometry, the area of a rectangle is calculated in the usual way once the width and height are found. Once the width and height are known the area is found by multiplying the width by the height in the usual way.

e5

Area of Square

What is Area?

Area is the size of a surface!

It is the amount of space inside the boundary of a flat object (such as a square or circle). Area is a measurement of the space inside the boundaries (edges) of a flat (2-D (two dimensional)) object. It can also be simplified as “surface” area, a measurement of an object’s surface.

The area of a shape is a number that tells how many square units are needed to cover the shape. Area can be measured in different units, such as square feet, square meters, or square inches.

SQUARE

A Square is a flat shape with 4 (four) equal sides and every angle is a right angle (90° (ninety degrees)).

A square also fits the definition of a rectangle (all angles are 90°(ninety degrees)), and a rhombus (all sides are equal length).

area

  • Area of a Square

The area of a square can be obtained by multiplying the lengths of the two sides. Since the lengths of the sides are the same in a square, we just square the length of the side to get the area.

e1

Example

Find the area of a square flower-bed of side 15 m (fifteen meters).

e2

  • Diagonals of a Square

A square has two diagonals, they are equal in length and intersect in the middle.

e3

Comparing the Weight of Objects

Weight is the measure of the force (due to gravity) that is acting on an object.

Mass is the measure of the amount of matter in an object.

  • When we use a scale to find a measurement, we refer to the measurement as weight.
  • When we use a balance to find a measurement, we refer to the measurement as mass.

These words are used to describe the weight of something:
“light, lighter, lightest” and ”heavy, heavier, heaviest”.

1

  • Which is heavier, the sugar or the cotton wool?
  • Which is lighter, the sugar or the cotton wool?

Establish that the sugar is heavier than the cotton wool, and that the cotton wool is lighter than the sugar.

  • Which is larger, the packet of sugar or the cotton wool?

Hold the two objects side by side to show that the packet of cotton wool is larger than the sugar, and that the sugar is smaller than the packet of cotton wool.

‘The packet of cotton wool is larger. The packet of sugar is heavier.’

Sometimes smaller things are heavier than larger ones.

 

SUMMARY FOR STUDENT

  • We use a balance to find out which of two things is heavier.
  • The side of the balance that goes down is the heavier side. The side that goes up is the lighter side.
  • We can balance objects using bricks. The more bricks that we need to balance an object, the heavier it is. So if a book weighs the same as 12 bricks, and a ball weighs the same as 5 bricks, the book is heavier than the ball.
  • Sometimes smaller things are heavier than larger ones. For example, our bag of sugar was heavier than our large packet of cotton wool.

 

  • The balance shows us which object has more mass because the object with more mass pushes down the side of the balance it is on further than the object with less mass.
  • What is happening if the balance is level and neither side goes down?
  • The objects have the same mass.
  • The sides are at the same height because there is not an object with more mass to cause one end of the balance to push down.

Example of Weight/Mass Graphic Organizer

22